Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Gresik, (12/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Riska Regita, S.E, CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ummul Khair, S.Pd, Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc, Khelmy K. Pribadi, M. Si., Nina Ulfah N. Gaffar  dan Ditta Amelia Saraswati (KOL).

Dengan jumlah 656 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom, M.Sc adalah Sekarang kemajuan digital mudah sekali mendapatkan ide melalui dunia digital seperti di youtube, Instagram dan tiktok, terinspirasi dari influencer X dan meremix nya kembali dengan hal baru. Apakah itu termasuk kreatif?

Andre Parvian Aristio menjelaskan,  “Orang kreatif menurut, concise encyclopedia adalah ability to produce something new through imaginative skill, whether a new solution to a problem, a new method or device, or a new artistic object or form. The term generally refers to a richness of ideas and originality of thinking. Jadi jangan batasi diri kita untuk memulai sesuatu, orang kreatif beda dengan plagiat, orang kreatif mengambil konten atau materi dari orang lain dan dibuat sesuai dengan kreativitasnya masing-masing, yang penting kita membuat sesuatu terlihat “baru” dan ”fresh” untuk orang yang menikmati konten kita meniru orang lain bukan hal yang salah, kecuali apabila karya tersebut dilindungi hak cipta ada baiknya kita meminta izin terlebih dahulu kepada pembuatnya bahwa konten/materinya kita pakai sebagai bahan untuk kita tingkatkan di konten kita. Mudah-mudahan membantu ya mbak agatha”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.