Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Lamongan, (13/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Salma Nafi’aturrofi’ah, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Akhmad Sya’ban Nasution, Firdaus Rahman, A.Md.A, Ulil Albab, Pradipta Nugrahanto dan key opinion leader (KOL) Rizky Ardi Nugroho.

Dengan jumlah 978 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ulil Albab adalah “Banyak orang di sosial media yang melakukan bulying sering berlindung dibalik nama, foto profil, dan data diri palsu. Sehingga, mereka merasa aman dan tidak jera melakukan bulying. Adakah cara yang efektif untuk memberikan efek jera?”

Ulil Albab menjelaskan, “Simplenya, semua aktivitas yang menggangu diri kita bisa berdampak ke mental kita. Kalau kita menemukan akun pengecut/anon, pertama kita harus report akun tersebut, semua platform menyediakan fitur report, itu merupakan langkah yang bijak. Setelah report, kita block, hindari interaksi dengan akun tersebut karena tidak ada gunanya, hanya menghabiskan waktu dan energi.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.