Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Surabaya, (14/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Doni Darwin, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Rezha Sahhilny Amran, Dr. Lilik Hamidah, M.Si, Khelmy K. Pribadi, M. Si, Fajar Anas, S.Kom, M.Kom dan key opinion leader Khusnul Prasetyo, S.A.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Strategi Menangkal Hoax dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 543 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Khusnul Prasetyo, S.A adalah apakah baik atau kurang baik mengenai kebiasaan media membuat judul konten yang clickbait agar menarik, padahal judul dan isi bisa berbeda. Mengingat buruknya orang kita yg malas membaca dan crosscek informasi sehingga mudah terkena hoax. Apakah kebiasaan media-media ini perlu kita kritik?

Khusnul Prasetyo mengatakan, “Kita bisa melakukan protes apabila sudah terlalu parah, kemudian ini bisa sebagai sarana pembelajaran. Kita juga perlu melakukan edukasi lebih supaya tidak mudah terkena hoax dan clickbait”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.