Marketplus.id – Pandemi menjadi momentum tersendiri bagi industri marketplace. Data Bank Indonesia mencatatkan transaksi perdagangan elektronik meningkat hampir dua kali lipat di tengah pandemi. Jumlahnya melonjak dari 80 juta transaksi pada Agustus 2019 menjadi 140 juta transaksi pada Agustus 2020.

“UMKM yang terhubung dengan marketplace digital jumlahnya baru 13%. Artinya, potensi pemanfaatan marketplace digital oleh pegiat UMKM masih sangat besar. Ini untuk memenuhi permintaan pasar yang juga masih sangat tinggi,” ujar DR. Moch Wahid Dariyadi, Multimedia Pembelajaran Universitas Negeri Malang, saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (20/8/2021).

Berdasarkan data SimilarWeb kategori marketplace di Indonesia selama periode Januari 2021, Tokopedia memimpin dengan traffic share sebesar 32,04%. Jumlah kunjungan bulanan ke layanan e-commerce tersebut sebanyak 129,1 juta.Porsi kunjungan melalui mobile mendominasi sebesar 62,7%, sedangkan dari desktop 37,3%. Rata-rata durasi kunjungan 6 menit 37 detik.

Peringkat kedua ditempati Shopee dengan traffic share sebesar 29,78%. Jumlah kunjungan bulanan sebanyak 120 juta. Shopee paling banyak diakses melalui mobile 72,4% dan desktop 21,3%. Rata-rata durasi kunjungan 6 menit 30 detik.

Sementara Bukalapak di peringkat ketiga dengan traffic share 8,23%. Jumlah kunjungan bulanan sebanyak 13,58 juta. Bukalapak paling banyak diakses melalui mobile 78,7%, sedangkan desktop 21,3%. Rata-rata waktu kunjungan 4 menit 10 detik.

Peringkat lima besar lain ditempati Lazada dengan traffic share 7,11%. Kunjungan bulanan sebanyak 28,66 juta. Layanan e-commerce ini paling banyak diakses melalui mobile 80,7% dan desktop 19,3%. Rata-rata kunjungan 6 menit 34 detik.

Peringkat lima besar ditutup oleh Blibli dengan traffic share 4,22%. Jumlah kunjungan bulanan sebanyak 16,99 juta. Blibli paling banyak diakses melalui mobile dengan porsi 64,7% dan desktop 35,3%. Rata-rata durasi kunjungan 3 menit. Peringkat enam hingga 10 secara berurutan ditempati oleh iPrice, Amazon, Cekresi, Ralali, dan JD.ID.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (20/8/2021) juga menghadirkan pembicara, DR. Mondry (Dosen Faskultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Brawijaya), I Nyoman Bintare Prayudi (Wakil Ketua DPD KNPI Jawa Timur), Nurul Fahmi (Dosen INSUD Lamongan & Penulis), dan Kezia Catherina Utama sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.