Marketplus.id – Penipuan online marak terjadi di masyarakat. Bentuk penipuannya juga beragam, baik melalui pesan singkat atau SMS melalui aplikasi percakapan, telepon dari nomor yang tidak dikenal, maupun melalui email.

Rata-rata isi pesan penipuaan online yang biasa terjadi adalah pinjaman online, menang undian, meminta nomor rekening, dan lain sebagainya. Tak hanya melalui SMS, penipuan juga sering terjadi pada online shop di media sosial.

“Banyak akun media sosial yang menggunakan foto profil maupun unggahan produk yang sama persis dengan produk asli. Untuk itu, kita harus selalu teliti dan waspada terhadap penipuan online maupun penipuan online shop,” papar Mohammad Rofiuddin, Praktisi Digital Marketing & Relawan TIK Jawa Timur, saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (20/8/2021).

Berikut ciri-ciri penipuan online:

  1. Mengaku dari kepolisian.
  2. Meminta transferan sejumlah uang.
  3. Modus anak atau saudara sedang terkait kasus.

Berikut ciri-ciri penipuan online shop:

  1. Harga barang jauh lebih murah.
  2. Akun media sosial baru dibuat.
  3. Menolak bayar ditempat atau cash on delivery.
  4. Toko tidak mau didatangi.
  5. Tidak mau mengirim foto atau video plus nama calon pembeli.
  6. Tidak mau video call.
  7. Informasi produk minim.
  8. Kalau tertipu, alasan barang tertahan bea cukai.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (20/8/2021) juga menghadirkan pembicara dr. Ikfina Fahmawati (Bupati Kabupaten Mojokerto), Eka Rini Widya Astuti (Ketua Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual ITSNU Pasuruan), Albiruni Haryo (Dokter Hewan & Direktur Satwa Sehat Indonesia), dan Lintang Pandu Pratiwi (Ilustrator) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.