Marketplus.id – Dampak buruk pornografi pada anak lebih besar daripada narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza). untuk itu, anak-anak harus dilindungi dari pornografi.

“Menurut para ahli, kecanduan napza mengakibatkan kerusakan pada tiga bagian otak, sedangkan kecanduan pornografi menyebabkan kerusakan pada lima bagian otak,” ujar Diena Haryana, Pendiri SEJIWA saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (20/8/2021).

Ia menjelaskan, kecanduan pornografi bisa merusak korteks prefrontal yang salah satu fungsinya adalah membedakan hal baik dan hal buruk serta memberikan pandangan bijaksana kepada seseorang. Anak harus dibiasakan belajar membedakan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Bila anak sudah kecanduan pornografi dan ada kerusakan pada korteks prefrontalnya, maka pembelajaran mengenai baik dan buruk akan terganggu.

“Menonton pornografi akan memicu hormon dopamin yang berlebihan pada otak. Padahal kerja hormon di otak harus seimbang. Otak anak masih berkembang, masih mencoba berkaitan satu sama lain, sehingga memerlukan sistem hormon yang seimbang,” ujarnya.

Ada beberapa alasan mengapa anak mengakses pornografi, antara lain merasa jenuh, kesepian, marah, stres, dan lelah. Hal-hal lain yang bisa memicu anak mengakses pornografi di internet adalah rasa ingin tahu, ajakan teman, dan iklan sembul (iklan pop up) yang muncul di internet.

“Untuk itu, anak-anak harus menjadi pribadi yang tangguh. Generasi muda mampu menolak godaan, termasuk godaan pornografi di internet. Kalau ada yang mengajak, menjanjikan macam-macam, atau merayu, anak yang tangguh pasti bisa menolak,” tuturnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (20/8/2021) juga menghadirkan pembicara Mohammad Rofiuddin (Relawan TIK Jawa Timur & Praktisi Digital Marketing), Khanti Paramita (Owner of Khanti’s Beauty and Academy), dan Putu Yani Pratiwi (Lecturer & Owner @askaravilla).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.