Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Kediri, (24/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Salma Nafi’ aturrofi’ah, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Anjani Amitya Kirana, BES, Viki Yossida, Kang Opik, Aribowo Sasmito dan Nathania Ingrid Hendradi.

Dengan jumlah 692 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Aribowo Sasmito adalah Majunya perkembangan teknologi saat ini dibarengi juga dengan pesatnya berbagai kejahatan-kejahatan digital yang terjadi disekitar kita terutama data pribadi yang sangat rentan untuk dicuri? Apa saja tindakan-tindakan maupun pencegahan yang dapat kita lakukan agar data-data pribadi kita aman dari para peretas didunia maya? Apakah ada enkripsi yang benar benar direkomendasikan untuk menjaga keamanan data pribadi kita?

Aribowo Sasmita menjelaskan, “Biasanya yang berkaitan dengan ini adalah pinjol, foto selfie dengan KTP dijadikan persetujuan, jangan mau sembarangan share foto dengan KTP. Apakah boleh kalau saya isi form? Harus dilihat lembaga apa yang memberi form itu, kredibel atau tidak. Ini cukup tricky, gampang-gampang susah, jangan sembarangan share poto selfie dan KTP, pastikan kredibel, siapa pengirim form?”

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.