Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Pasuruan, (26/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Zafirah Aurelia, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Andre Parvian Aristio, Sawitri Wulansari, Wijaya Kusumah, Bagaskoro dan Ruffie Lucretia.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah INKLUSIVITAS DI DUNIA DIGITAL dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 722 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Wijaya Kusumah adalah Bagaimana cara bermedia sosial dengan baik di dunia digital?

Wijaya Kusumah menerangkan, “Menerapkan etis dalam bemedia digital, maka kita mampu dalam mengontrol diri. Di dunia digital ini tidak hanya orang baik, namun juga ada orang jahat. Maka dari itu, dari diri kita sendiri, kita harus paham bahwasannya ada aturan-aturan yang berlaku. Misalnya nih, jangan terlalu mengumbar informasi pribadi ke sosial media. Kita bisa membagikan ilmu, dan informasi yang bermenfaat. Tanamkan pohom pendidikan yang menerapkan moral dan agama yang baik”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.