Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Pacitan, (26/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Diyah Wahyuningtyas, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Didik Hartanto, ST, S.Pd.SD, M.Pd, Chusnur Ismiati, S.H, M.M, Khelmy K. Pribadi, M. Si., Oktora Irahadi dan Praseno Nugroho (KOL).

Dengan jumlah 749 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Khelmy K. Pribadi, M. Si. adalah Bagaimana cara menyikapi seseorang yang fanatisme akan agama yang dianutnya sehingga ia menyebarkan ujaran kebencian tentang agama lain yang mengakibatkan saling sindir di media sosial? Dan bagaimana cara mengedukasi para generasi muda agar bisa membuat konten keagamaan yang menarik dan positif tanpa harus menjelek-jelekkan maupun menyinggung agama lain?

Khelmy K. Pribadi menjelaskan, “Mengapa itu banyak? Dampak demografi Indonesia dan juga karena dampak digital hari ini sehingga bisa berinteraksi dengan siapapun; benteng kebangsaan menjadi salah satu cara untuk menangkal. Baca banyak sumber pengetahuan sehingga banyak waktu untuk mengkroscek sehingga kita paham dengan prinsip keagamaan bangsa Indonesia yang moderat. Perluas pergaulan melalui pemanfaatan dunia digital. Gunakan peluang di dunia digital sebanyak mungkin dengan mengkomparasikan/membandingkan berbagai sumber. Dengan hal tersebut, dapat menemukan perspektif lain. Konten yang menjelekkan satu kelompok dibanding kelompok lain, kita wajib berhati-hati; kita juga bisa menjadi ‘rem’ jika terjadi di kalangan terdekat seperti keluarga, bisa juga kita melaporkan konten yang memang mengandung konten negatif seperti menjelek-jelekkan agama lain. Netizen yang memiliki resiliensi atau tangguh jika sudah tangguh maka akan lebih tanggap. Tanggap berarti berani melapor”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.