Marketplus.id –  L’Oréal Research Department bekerjasama dengan Universitas Ioannina selama bertahun-tahun untuk menemukan penyebab hasil pewarnaan rambut yang tidak sesuai ekspektasi, yaitu tingginya kandungan metal di dalam rambut.

Proses pewarnaan rambut sering kali membuat khawatir karena hasil warna rambut belum tentu sesuai ekspektasi. 57% konsumen khawatir rambut mereka patah karena proses pewarnaan rambut, serta sekitar 39% konsumen juga mengutarakan bahwa mereka menginginkan warna rambut yang tahan lama dan sesuai ekspektasi. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi hasil akhir pewarnaan, mulai dari perbedaan warna di setiap rambut individu hingga kondisi serat rambut.

Leïla Hercouet, Senior Research Associate Disruptive Innovation Department, L’Oréal memaparkan, “Melalui kolaborasi riset dengan Universitas Ioannina , L’Oréal Research and Innovation berhasil mengidentifikasi bahwa tingginya kandungan metal dalam serat rambut menyebabkan kerusakan dan hasil pewarnaan balayage, dan/atau lightening yang tidak sesuai ekspektasi.”

Kandungan kandungan metal pada rambut sangat bergantung pada tingkat porositas rambut dan juga kualitas air dimana masyarakat tinggal. Air terbersih pun, baik di dalam kamar mandi di rumah masyarakat atau di salon, masih dapat mengandung metal tinggi. Hal ini karena aliran air mengikis logam pada pipa, sehingga partikel metal menumpuk di dalam serat rambut. Pada saat proses pewarnaan rambut, tinggi rendahnya kandungan metal sangat berpengaruh dalam mengoptimalkan hasil pewarnaan, balayage atau lightening. Semakin tinggi kandungan metal di serat rambut, maka semakin tinggi pula peluang rambut patah dan hasil warna yang tidak sesuai ekspektasi. Lebih lanjut, kolaborasi riset ini juga berhasil menganalisa dan memetakan kandungan metal dalam rambut di dunia Secara spesifik di Indonesia, ditemukan bahwa sebanyak 67% masyarakat Indonesia memiliki kandungan metal tinggi dalam serat rambut.

Lie Kuang, Owner Lie Kuang & Co. Innovative Salon, L’Oréal Professionnel Ambassador mengakui bahwa proses pewarnaan sangat menantang terutama ketika hasil pewarnaan tidak sesuai ekspektasi, “Walaupun langkah dan upaya yang kita lakukan sudah betul, kita tidak dapat menjamin bahwa hasil akhir pewarnaan rambut akan sesuai. Sekarang kita sudah ketahui penyebab permasalahan ini apa dan berharap ada solusi inovatif untuk memberikan hasil pewarnaan yang optimal.”

Patricia Gouw, model, presenter dan content creator, mengatakan, “Kesehatan rambut tentu menjadi salah satu prioritas utama karena rambut merupakan aset penting bagiku. Tidak jarang aku alami pewarnaan rambut yang gagal karena tidak sesuai ekskpektasi. Aku terus mencari solusi agar proses pewarnaan rambut dapat menjadi sebuah proses menyenangkan tanpa rasa gelisah, misalnya kekhawatiran akan rambut patah”.

Lebih lanjut, kolaborasi riset ini berhasil mengidentifikasi molekul yang tepat untuk menetralisir surplus kandungan metal tinggi yang mengakibatkan rambut patah, yaitu Glicoamine, zat aktif yang cukup kecil sehingga bisa masuk ke dalam serat rambut untuk mengikat sekaligus menetralkan logam di dalam serat rambut. “Temuan ini menjadi salah satu bukti nyata dari komitmen L’Oréal Professionnel kepada hairdresser untuk menemukan isu pokok yang menjadi tantangan para hairdresser dan sekaligus menghadirkan pilihan tepat dan inovatif,” jelas Indra Tanudarma, Head of Education, L’Oréal Professionnel.

“Dalam waktu dekat, L’Oréal Professionnel akan meluncurkan rangkaian produk dengan formula terobosan yang tepat dan inovatif dalam menetralisir kandungan metal di serat rambut pada saat pewarnaan rambut, sehingga hasil pewarnaan pun akan sesuai ekspektasi”, tutup Indra.