Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Surabaya, (30/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Iman Dwihartanto, CPS®., Cht, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Faizal Johan Atletiko, S.Kom., M.T., Novita Rahayu Purwaningsih, M. Alvin Nur Choironi, Pradipta Nugrahanto, dan Erbe Sentanu.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Tantangan Menjaga Privasi Data di Dunia Digital dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 670 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Erbe Sentanu adalah Dibalik banyaknya dampak positif media digital terdapat pula dampak negatifnya, berbagai kejahatan akan mungkin terjadi. Untuk itu kita sebagai orang tua harus mengawasi dan membatasi anak dalam berinternet. Kita tidak sepenuhnya tau apa saja yang di posting anak-anak kita, bisa jadi postingan anak kita menjadi peluang besar kejahatan terjadi pada kita dan anak kita. Untuk itu, apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengawasi dan melakukan batasan-batasan anak berinternet agar tetap aman?

Erbe Sentanu menuturkan, “Benteng pertama adalah kita sendiri sebagai orang tua. Kita bisa aktif mendampingi anak-anak kita dalam bersosial media. Hidup itu sama, nyata dan digital. Kita juga harus aktif di dunia digital supaya bisa mengikuti perkembangan yang muncul. Kita juga bisa berkontribusi di dunia digital dengan jalin komunikasi antara anak dan orang tua. Bangun saling pengertian kedua belah pihak. Sebagai orang tua bisa juga bertanya tentang suatu hal yang muncul, dan kita ajak diskusi anak-anak kita. Hati-hati di jalan, hati-hati di dunia digital. Kalau hati ini enak, biasanya baik demikian sebaliknya. Meski sudah berumur, sebagai orang tua jaga nama baik kita dan nama baik keluarga. Jangan kaya orang susah atau bikin orang lain susah. Besarkan bahagiakan orang lain”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.