Marketplus.id – Era digital, tiap orang bisa mengakses, mendapatkan, serta menemukan berbagai jenis informasi dengan begitu mudah. Akan tetapi di balik kemudahan akses informasi ini, tak semua berita/informasi tersebut benar-benar valid atau memang berasal dari sumber yang kredibel.

Hal itu disampaikan, Tim Hendrawan, Seorang Creative Director, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (1/9/2021). Ia menambahkan, tak jarang masyarakat kini kerap kali termakan berita hoaks yang berisi rumor palsu, atau mengandung ujaran kebencian dan fitnah yang bisa berakhir merugikan banyak pihak yang bersangkutan.

Supaya terhindar dari berita hoaks, Ini beberapa tips yang bisa disimak agar lebih jeli lagi dalam memilah tiap berita yang diterima, seperti:

  • Cek Penulis atau Narasumbernya

Begitu membaca sebuah berita atau artikel di internet mengenai sebuah isu, pastikan nama penulisnya tercantum. Lebih baik lagi, sang penulis juga menyelipkan narasumber atau referensi yang kredibel sebagai rujukannya. Kalau hanya sebatas menulis berita namun penulisnya anonim, disarankan untuk telusuri kembali topik tersebut dari sumber yang lain.

  • Jangan Percaya Satu Sumber, Bandingkan dengan yang Lain

Saat membaca berita dari salah satu situs di internet, jangan langsung percaya begitu saja. Cari sumber-sumber dari situs lain mengenai topik yang sama. Karena bisa saja apa yang kamu baca dari satu sumber itu ternyata berisi informasi yang tidak sepenuhnya benar, bahkan bisa menggiring opini.

  • Periksa Gambar atau Video yang Tertera

Hal ini biasa terjadi di media sosial. Kalau menemukan postingan gambar atau video dengan caption yang “mencurigakan”, coba periksa lagi gambar atau video yang diunggah itu dengan saksama. Misalnya memanfaatkan Google Lens atau platform lain untuk mengecek kebenarannya. Karena bisa saja peristiwa dalam foto/video yang di-posting saat itu, ternyata kejadiannya di tahun-tahun yang lalu atau bahkan tidak asli alias telah melalui proses pengeditan.

Tim menjelaskan, semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi seperti sekarang, sudah sepatutnya meningkatkan kemampuan literasi supaya lebih cerdas dan kritis dalam menerima berbagai informasi yang beredar di dunia maya.

“Untuk “memerangi” berita hoaks, kamu pasti butuh koneksi internet yang tepat supaya tetap lancar dalam merunut kredibilitas sumber berita,” paparnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (1/9/2021) juga menghadirkan pembicara Haikal Ma’rufi (Praktisi Public Speaking & Literasi Digital), Diana Aletheia Balienda (Fasilitator Kaizen Room), dan Dr. Dewi Tamara (Faculty Member Binus Business School & Ketua Bidang Program dan Edukasi IWITA).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.