Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Jombang, (2/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Safira Dwi Siwi, S.Ds, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Arief Budiono S.T,M.M, Muhammad Subhan, Vivid Sambas ST, MMT, Bagaskoro, S.Kom., MM dan key opinion leader Ditta Amelia Saraswati.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Beradaptasi dengan Literasi Digital di Tengah Pandemi dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 2215 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Vivid Sambas ST, MMT adalah Bagaimana atau apa dampaknya jika ada seseorang tidak sengaja ikut menyebarkan berita hoax lewat medsosnya padahal dia sebenarnya tidak tahu bahwa itu adalah berita hoax, mengingat jejak digital tersebut susah dihapus/dihilangkan dan akan terekam?

Vivid Sambas menjelaskan “Hoaks dan kekacauan informasi ada beberapa jenis informasi salah yaitu, Informasi salah tapi orang yg menyebarkannya peraya bahwa info itu benar tapa diseangaja (Misinformasi), informasi salah dengan kesengajaan (DIsinformasi), informasi yang berdasarkan realitas tapi digunakan untuk merugikan orang lain (Malinformasi). Serta peduli dan berkontribusi untuk stop hoax : Pemerintah, Masyarakat, Akademisi, Pelaku usaha dan Media”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.