Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Surabaya, (3/9).

Acara dipimpin oleh Moderator,Safira Dwi Siwi, S.Ds., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Prof. Dr. Abdul Muhid,.M.Si , Chusnur Ismiati , Diana Dewi Damayanti, Akhmad Firman Namal dan Danin Sibilo.

Dengan jumlah 836 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Diana Dewi Damayanti adalah Saat ini masyarakat menggunakan teknologi digital untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan nyata, kurangnya kecakapan teknologi menjadikan masyarakat tersebut mudah menerima informasi secara mentah-mentah tanpa menyaring terlebih dahulu serta mudah sekali menyebarkan informasi tersebut. Lalu, bagaimana strategi yang bisa dilakukan oleh generasi milenial sebagai generasi yang cerdas untuk ikut serta mengedukasi masyarakat agar terhindar dari berita Hoax atau informasi yang negatif serta provokatif?

Diana Dewi Damayanti mengatakan, “Yang terpenting kita harus meliterasi sebanyak banyak nya dan ikut forum forum yang mana anggota anggotanya terus mau belajar terus meliterasi diri”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.