Marketplus.id – Bagi kaum muda kekinian yang akrab dijuluki Generasi Z (Gen Z), media sosial adalah hal wajib yang harus dimiliki. Bahkan media sosial terutama Instagram menjadi faktor kunci mereka mengambil keputusan. Apalagi soal keputusan untuk traveling. Kaum muda di seluruh dunia pasti merujuk ke Instagram sebelum menetapkan destinasi pilihan mereka.

“Menurut hasil survei Booking.com yang melibatkan 21.807 responden dalam rentang usia 16 tahun ke atas dari 29 negara. Hasilnya, Gen Z sangat bergantung pada media sosial. Tidak hanya untuk mendapatkan informasi, melainkan juga membagi pengalaman mereka selama liburan,” ujar Clarissa Purba ketika berbicara sebagai Key Opinion Leader, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/9/2021).

Sebanyak 54 persen responden Gen Z suka melihat postingan dan foto travel di media sosial. Saat akan mengambil keputusan soal destinasi, Gen Z akan mencarinya langsung ke feed mereka.

Perempuan Gen Z cenderung memvisualisasikan liburan mereka berikutnya sambil melihat Daifeed. Sedangkan tingkat ketergantungan pada Instagram ini jauh lebih tinggi daripada rata-rata global dan bahkan milenial.

Soal pilihan destinasi, 45 persen responden menyatakan mereka dipengaruhi influencer media sosial. Sedangkan 35 persen responden percaya pada rekomendasi dari para influencer.

Ia menjelaskan, tapi, media sosial tidak menjadi satu-satunya sumber informasi bagi Gen Z soal destinasi wisata. Keputusan mereka memilih destinasi dipengaruhi film dan acara TV, dan 33 persen responden mendapat informasi soal destinasi secara online lewat saran teman atau lainnya.

Sementara terkait unggahan media sosial, 43 persen Gen Z menyatakan tertarik berkunjung ke destinasi yang terlihat bagus di foto. Sementara 42 persen responden selalu mengunggah foto perjalanan mereka di media sosial.

Ketika hari-hari terakhir liburan, 29 persen Gen Z menyatakan mengambil foto sebanyak 10 hingga 30 bingkai setiap harinya. Sementara 25 persen lainnya suka memotret hingga 50 bingkai foto tiap hari.

“Gen Z rupanya tidak menjadikan Instagram 100 persen sebagai motivasi. Mereka fokus pada apa yang ada di depannya dan menikmatinya daripada sibuk mengambil foto untuk media sosial,” jelasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/9/2021) juga menghadirkan pembicara Agus Gunawan (Bidang Kesekretariatan Relawan TIK Jawa Timur & Owner Omah Hidroponik), I Gusti Ayu Alma (Digital Marketer & Personal Branding Coach), Drg. Silvia (Founder @Lashtiqueid), dan Hani Fibianti (Founder Mocular).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.