Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Gresik, (9/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Zafirah Aurelia Budiman, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc, Drs. SUKADI, Msi, Aulia Siska, S.Sos, Andy Ardian, SP dan Muhammad Hendi Romadhoni Hidayat (KOL).

Dengan jumlah  1141 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Drs. Sukadi, MSI adalah Anak anak jaman sekarang sudah mulai mengenal berbagai alat digital, bagaimana agar alat digital tersebut tidak berdampak negative (kecanduan)? Sebaiknya anak diberi alat digital minimal di usia berapa?

Sukadi menjelaskan, “Yang pertama bagaimana penggunaan alat digital supaya aman kita atur, kita kendalikan diri kita agar tidak kecanduan pada alat dgigial tersebut. Fokus sama tujuan, fokus sama kegiatan apa yang sedah kita lakukan. Kalau misal kita sedang bersekolah, dan tertinggal di rumah,tidak pelu dipikirkan. Sedangkan, kapan anak itu diperkenalkan? Memang sejak lahir anak dikenalkan, namun pengenalan itu dilakukan bertujuan untuk mengedukasi anak sehingga anak dapat terdidik dengan baik”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.