Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Banyuwangi, (9/9).

Acara dipimpin oleh Moderator Mirda Tri Aries Chandra, S.Pi., CPS®., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Arief Budiono S.T,M.M., Dr.Nur Wiarsih,S.Ag.,M.Pd., Rachel Octavia., Bagaskoro, S.Kom., MM., dan Achmad Zulkarnain.

Dengan jumlah 575 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Bagaskoro, S.Kom., MM,  terkait menu pengaman autentikasi dua faktor, apakah dengan kita menerapkan atau menggunakan menu tersebut apakah media sosial kita sudah lebih baik atau lebih aman? Apakah harus tetap di dukung atau ditunjang dengan menu pengaman yang lain ataukah perubahan password secara berkala juga ikut mendukung keamanan media sosial kita?

Bagaskoro mengatakan, “Autentifikasi 2 faktor sebisa mungkin dilakukan untuk melindungi keamanan sosial media kita. Namun yang perlu kita pahami, apapun yang terjadi di dunia maya tidaklah sepenuhnya aman. Meskipun kita telah mengikuti tips anti hacker, sebisa mungkin jangan percaya dengan link – link yang beredar serta berhati – hatilah ketika memposting sesuatu”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.