Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Ponorogo, (9/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Vio Annisa, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Asrofi Hamami Taqiyudin, MA., Chusnur Ismiati, S.H., M.M., Soni “Ammho” Mongan, Nina Ulfah N. Gaffar, dan Josaphat Klemens, ST.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Seberapa Penting Literasi Digital di Jaman Now dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 670 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Asrofi Hamami Taqiyudin, MA. adalah Dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin canggih, kita dengan mudah mendapatkan informasi bahkan berita terbaru dari berbagai sumber. Namun, sangat minimnya menyaring atau menelaah kembali apakah informasi yang kita dapatkan ini real atau hoax. Tidak hanya itu, dengan dipermudahnya kita dalam mendapatkan informasi, banyak sekali pelajar hingga mahasiswa saat ini menjadi lebih malas juga kurangnya keterampilan dalam berfikir secara kritis. Bagaimana tanggapan bapak mengenai hal ini agar kedepannya masyarakat dapat menyaring semua informasi atau berita yang ada dimedia sosial? Dan bagaimana solusinya agar tidak tergampang berita-berita hoax yang ada di media sosial?

Asrofi Hamami Taqiyudin menjelaskan, “Teknologi memudahkan, tapi tidak dipungkiri adanya dampak negatif. Solusinya upgrade diri agar lebih melek digital dan bisa menyaring informasi yang benar. Meningkatkan kapasitas atau kompetensi diri dengan terus belajar agama, soft skill, hard skill, belajar online merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kapasitas, dan belajar offline pun juga sangat penting, karena nilai-nilai kehdupan tidak semua bisa dipelajari lewat online. Perlunya dampingi anak sesuai dengan usianya, keteladanan yang baik di level pimpinan atau tingkat yang terdekat, yaitu keluarga. Sosialisaiskan juga kegiatan yang positif seperti ini, webinar mengenai literasi”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.