Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Bojonegoro, (9/9).

Acara dipimpin oleh Safira Dwi Siwi, S.Ds., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ave Sina, Bawinda Lestari, M.Psi, CPS, Cht, M.Alvin Nur Choironi, Rita Nurlita, S.Sos, M.I.Kom,  dan Alrido Pradanar, SH (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Seberapa Penting Literasi Digital Di Jaman Now dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 412 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ave Sina adalah  Apakah saat memulai mencoba skill yang kita miliki kita harus mencari sendiri atau mencari coach agar tidak membuang-buang waktu, tenaga dan data?

Ave Sina mengatakan, “Bisa juga dengan menggunakan coach namun bisa juga skill tersebut kita pelajari melalui platform-platform gratis dan tidak berbayar, atau belajar Bersama dengan orang yang kita anggap mampu menjadi panutan”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251

kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.