Makassar, 10 September 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi kembali hadir di Makassar, Sulawesi Selatan pada 10 September 2021.

Kali ini dengan membahas tema “Tips Menggunakan Aplikasi Percakapan bagi Difabel”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Webinar kali ini menghadirkan 629 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari pegiat literasi, Syafri Arifuddin Masser; dosen Jurnalistik UIN Makassar, Andi Fauziah Astrid; Cyber Security Digital, Anwar Fattah; dan kreator konten, Deya Oktarissa. Adapun yang tampil sebagai moderator adalah Jurnalis, Azizah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dibuka oleh Syafri Arifuddin Massar dengan tema “Media Sosial bagi Difabel”. Dalam paparannya, dia mengatakan bahwa difabel ingin diberikan kesempatan yang sama seperti manusia pada umumnya.

“Empati atau simpati yang kurang tepat justru membuat mereka menjadi orang nomor dua. Kita harus bisa mengubah mindset untuk orang-orang difabel,” terangnya.

Selanjutnya, Deya Oktarissa menyampaikan materi berjudul “Etika Berjejaring, Jarimu Harimaumu”. Entrepreneur tersebut menjelaskan, hal yang perlu dilakukan sebelum mengunggah di media sosial adalah menghargai, inspiratif, kredibel, imbang dan rasional. “Mari gunakan media sosial untuk berkarya sebaik mungkin,” tandasnya.

Adapun Anwar Fattah, sebagai pemateri ketiga, membawakan tema tentang “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Dia menyarankan untuk mempelajari dan mengecek setiap informasi yang diperoleh dari internet dengan membaca informasi serupa dari situs lain. Dengan begitu, sebagai pengguna internet yang bijak akan lebih paham informasi mana yang bermanfaat dan mana yang menyesatkan.

Pembicara terakhir, Andi Fauziah Astrid, menyampaikan tema “Digital Safety: Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital”. Menurut Andi, perlindungan data pribadi merupakan tanggung jawab bersama, baik diri pribadi maupun orang terdekat yang dikenal. “Orang terdekat berperan membantu difabel dalam mencegah kejahatan di dunia digital,” katanya.

Selanjutnya, Azizah selaku moderator memandu sesi tanya jawab. Dalam kesempatan ini, peserta dapat bertanya langsung kepada para narasumber. Salah satu penanya adalah Danura Wardana yang bertanya tentang tips dan trik menghindari phishing dan kebocoran data bagi difabel. Andi Fauziah Astrid mengatakan bahwa para difabel perlu diedukasi agar memahami data yang bisa dibagikan atau tidak. “Bagi teman tuna netra, bisa menggunakan voice note atau meminta bantuan orang terdekat untuk membacakan PIN atau OTP. Jika ingin bertransaksi keuangan, lakukan di rumah saja supaya tetap aman,” pesannya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Dalam webinar di Makassar kali ini, panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.