Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Pasuruan, (10/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Zafirah Aurelia Budiman, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Jacob Win, Moch. Sajoang, Aulia Siska, S.Sos, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM dan key opinion leader Erbe Sentanu.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Pandemi Meningkatkan Efektivitas Literasi Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 771 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Aulia Siska, S.Sos adalah Mengenai Etika dalam berdunia digital, apakah  menjadi Netizen itu salah? Padahal kadang kita sebagai Netizen memviralkan suatu berita atau masalah hanya semata-mata supaya pendapat kita dilihat, didengar dan segera ditanggapi. Walaupun kadangkalan pendapat kita mengandung ujaran kebencian. Karena saat ini kalau viral baru ditangani pihak berwajib layaknya berita perundungan bullying maupun glorifikasi pmbebasan artis pelecehan seksual?

Aulia Siska menerangkan, “Perlu diketahui netizen adalah seseoranag yang aktif terlibat dalam dunia maya pada umumnya. Rata-rata sekarang sudah menjadi netizen karena saat ini semua orang sudah menggunakan yang namanya perangkat digital. Salahkah? Tidak salah, yang salah adalah ketika kita tidak mau berpikir terlebih dahulu tentang baik buruknya tetang apa yang kita lakukan, apa yang kita unggah, apa yang kita produksi, tidak mau memikirkan hak orang lain, tidak mau menyadari bahwa adaa aturan-aturan hukum yang perlu ditaati dan ada aturan hukum yang diperlakukan. Mengantisipasi itu lebih baik daripada mengatasi. Sesuatu hal tidak akan berubah apabila kita tidak mulai dari diri kita sendiri.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.