Marketplus.id – PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), produsen gas industri, optimis bisnisnya ke depan akan kian meningkat pesat seiring dengan permintaan yang terus mengalir. Hal ini sejalan dengan kenaikan aktifitas tambang batubara dan migas yang terjadi saat ini.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang diperkirakan akan terus meningkat ini, SBMA siap meningkatkan volume produksinya dari 2 juta liter pertahun menjadi 10 juta liter per tahun atau naik lima kali lipat.

Menurut Iwan Sanyoto, Direktur Operasional Perseroan,  demi mencapai target produksi ini perseroan siap menambah tiga unit lorry tank, 50 tabung vgl oxygen dan investasi 5.000 tabung.

“Untuk itu manajemen mengalokasikan dana sebesar 37 persen dari hasil IPO (Initial Public Offering) atau penawaran umum perdana yang dilakukan pada 8 September 2021 kemarin,” ujar Iwan.

Perusahaan yang menjadi market leader untuk produk tabung migas, minerba dan petrokimia ini berharap dengan kapasitas produksi yang ditingkatkan bisa memenuhi kebutuhan pelanggannya sehingga produktifitasnya turut meningkat. Beberapa produk SBMA yang paling banyak diminati pasar yaitu oksigen, asetilen, Argon, nitrogen, karbondioksida.

“Mengacu pada penjualan tahun lalu, segmen pasar yang paling banyak “order” gas pada SBMA adalah industri tambang sebesar 26 persen, Engeneering Procurement and Constuction (EPC) sebesar 11 persen, reseler 11 persen. Kemudian industri migas, industri permesinan dan baja, serta industri galangan kapal masing-masing 10 persen. Untuk industri Petrokimia menyerap 3 persen, rumah sakit 2 persen dan laboratorium 7 persen,” ungkapnya.

Ia juga menambahlan, Saat ini, SBMA memiliki 6 jaringan tranportasi dan distribusi yang tersebar di seluruh Kalimantan seperti di Samarinda, Berau, Bontang, Tarakan, Tanjung dan Nunukan. Dengan memanfaatkan dana hasil IPO, perseroan akan menambah jumlah stasiun-stasiun distribusi berupa filling station dan distribution hub di beberapa titik yang berdekatan dengan pelanggannya.

Iwan berharap, penambahan fasilitas tersebut bisa mendukung kelancaran penyaluran gas kepada pelanggan yang selama ini hanya mengandalkan enam jaringan yang ada. Beberapa pelanggan loyal seperti Pertamina (Persero), PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pama Persada Nusantara, PT Darma Henwa, PT Kukar Mandiri Shipyard, PT Trakindo Utama.