Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Sidoarjo, (13/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Adelia Rahmawati Putri, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Faizal Johan Atletiko, S.Kom., M.T., Kihajar Prastiyo Ardi, Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd., B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria, MBA, MM., dan Alrido Pradanar, SH.

Dengan jumlah 684 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Faizal Johan Atletiko adalah “Sebagai orang yang sangat awam apa ada software yang dapat membantu keamanan data kita dan adakah jaminan keamanan data kita agar tidak terdeteksi dan dibobol oleh hacker?”

Faizal mengatakan, “Kita harus mengetahui data pribadi kita dengan baik. Semua software sudah memiliki fitur pengamanan data, kita bisa mengaktifkan 2 FA juga yang bisa kita lihat di google play. Apa yang ada di handphone kita harus kita manfaatkan dengan baik dengan pemahaman yang cukup. Memanfaatkan tools yang ada, tinggal di aktifkan saja. Kita harus mampu mengamankannya.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.