Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Ponorogo, (14/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Nabil Arijala Survito A., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Annisa Dwi Kurniawati, S.Pd., M.Pd., Chusnur Ismiati, S.H., M.M., Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd., Elly Nurul, dan Anindito Wisnu Sampurno.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Berbincang dengan Hoax, Media Sosial dan Dunia Digital dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 837 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Anindito Wisnu Sampurno adalah, apa yang perlu dibenahi dari diri kita (para illustrator) agar tidak perlu jual murah hasil karya?

Anindito Wisnu Sampurno menjelaskan, “Masalah harga itu positioning, jangan melihat harga orang lain murah kita ikutan turun harga. Namun tugas kita membuat market sendiri, yang mana market tersebut preferensinya karya kita sendiri. Kalau kita membuat harga murah, kita bisa memberikan service nya saja. Misal, harga murah kalau sketch saja atau tanpa warna, dll”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.