Marketplus.id – Gara-gara pandemi Covid-19 yang tidak kunjung selesai, belanja online menjadi semakin melonjak. Bagaimana tidak, sebelumnya mungkin orang sudah mengenal belanja online. Namun sejak diterapkan pembatasan-pembatasan fisik, belanja online makin melejit.

Orang tidak lagi datang ke merchant offline atau ke pedagang karena kalau bisa tidak perlu keluar rumah. Karenanya ini bisa jadi peluang besar bagi siapapun, untuk menjual apapun di manapun secara digital.

“Belanja online yang penting harus aman. Aman apa saja yaitu aman data pribadi, aman pembayaran, dan aman produknya sesuai dan sampai,” ujar Ariefika Listya S.Sn.M.Ds, Dosen Program Studi Design Komunikasi Visual Universitas Indraprasta PGRI dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (16/9/2021).

Ariefika pun menganjurkan beberapa tempat untuk berbelanja online. Yaitu via marketplace seperti Tokopedia, Shopee dan lainnya. Juga via e-commerce yaitu website resmi dari produk yang ingin kita beli juga melalui online shop alias toko di dalam media sosial seperti Instagram atau Facebook.

Semua toko digital ini tentunya memiliki kelemahan karenanya kita yang harus sigap dan bijak dalam bertransaksi.  Ia pun memberikan tips aman saat belanja online, di antaranya:

Periksa reputasi toko

Ini penting karena kita bisa tahu apakah ini termasuk toko yang trusted atau tidak? Selanjutnya bisa menjadi penentu kita belanja di sana atau tidak.

Baca kebijakan toko maupun online store

Dicek dulu semua ketentuan yang ada di dalam toko digital tersebut. Atau biasanya toko di dalam marketplace sering menuliskannya detail dalam deskripsi. Siapa tahu mereka punya kebijakan dalam pengembalian barang, penyampaian pesanan, dan sebagainya.

Teliti membaca informasi maupun review produk

Ini juga merupakan hal yang penting karena review biasanya berasal dari pembeli sebelum kita. Di marketplace review buruk tidak bisa dihapus oleh sellernya sehingga siapapun bisa melihat. Jadikan referensi dan cek ulang ketika membeli.

Jangan memberikan PIN maupun OTP

PIN dan OTP (One TIME Password) adalah hal yang harus dijaga dan tidak seharusnya dibagikan pada siapapun. Juga data kartu kredit harus dijaga. Jangan memberikan tanggal berlaku kartu kredit dan CVV (tiga angka di belakang kartu) kepada orang lain. Hati-hati dalam memberikan data tersebut saat bertransaksi.

Unboxing dengan video sebagai bukti kondisi produk

Tanpa bukti unboxing biasanya kita tidak lagi bisa mengklaim jika barang tersebut tidak sesuai. Standarnya setiap penjual online selalu meminta bukti unboxing untuk mengajukan klaim.

Ganti password berkala.

Jangan pernah menyimpan password atau mengirimkan kepada orang lain via chat atau apapun. Menggantinya secara berkala juga penting. Gunakan kombinasi kode yang unik bukan pasaran.

Jangan menggunakan Wi-Fi publik, jangan gunakan device publik

Ini juga penting sekali. Sebaiknya untuk bertransaksi apapun yang berhubungan dengan uang gunakan ponsel milik sendiri. Apalagi perangkat publik seperti computer di warnet atau kafe.

Logout setelah bertransaksi

Ini juga berlaku ketika melakukan transaksi dengan device milik orang lain, atapun Wi-Fi publik.

Aktifkan dan cek notifikasi transaksi

Aktifkan melalui email atau SMS agar dapat mengetahui history transaksi. Sehingga jika tiba-tiba ada transaksi yang tidak kita lakukan, bisa dengan cepat terdeteksi.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (15/9/2021) juga menghadirkan pembicara Dr. H. Sopingi AP.MM (Kepala Dinas Pendidikan Kab. Nganjuk), Amidatus Sholihat (Wakil Rektor III ITSNU Pasuruan)

Abu Hanafiah (Direktur Prabu Unggul Bersama), dan Mochmamad Umar (CEO CV Sekoncoan Group dan Founder @seputar_pasuruan) sebagai Key Opinion Leader.