Marketplus.id – Dengan rasa optimis, kita bisa memulai sebuah bisnis. Ditambah dukungan dari perkembangan teknologi digital yang memberikan beragam kemudahan. Memulai bisnis dilakukan dengan learning by doing.

“Bisnis dengan rasa optimis itu penting karena dalam menjalankannya butuh energi besar. Pertanyaan mengenai siapa, produk apa, dan bagaimana cara berjualan sering muncul dengan rasa pesimis,” ungkap Ratna Winahyu Utami atau Wina seorang Produser dan Penyiar Radio Kosmonita Malang, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (15/9/2021).

Menurut Wina, kita bisa menulis siapa saja target pasarnya, menentukan produk yang pantas menurut kita, dan mencari cara juga tempat untuk berjualan. Pertanyaan tersebut harus diubah menjadi pertanyaan positif. Seringkali patokan kita ialah orang sukses dengan omzet ratusan juta bahkan lebih. Padahal, mereka yang sukses pun memulainya dengan usaha kecil.

Ia menuturkan, pilih bisnis yang bisa memberikan solusi dari suatu permasalahan. Solusi tersebut bisa dilihat dari hal-hal kecil di kehidupan kita. Setiap pebisnis pun boleh merencanakan secara matang atau dilakukan secara spontan, keduanya boleh dilakukan dan memiliki risiko masing-masing. Kemudian, mengunggah konten jualan sesegera mungkin saat kita siap.

Berbisnis online saat ini pun bukanlah suatu hal yang baru. Dengan berbisnis online kita bisa mengerjakan dari manapun, mengandalkan media sosial, hemat tenaga kerja, menjangkau konsumen lebih luas, dan membutuhkan konten promosi. Sementara, bisnis offline memerlukan lokasi, tenaga kerja, konsumennya terbatas, dan tetap memerlukan media sosial sebagai platform promosi.

“Jumlah follower tidak menentukan omzet penjualan karena media sosial itu dinamis. Fokuskan pada kualitas produk dan pelayanan yang baik,” jelasnya.

Menurut Wina, engagement, followers, algoritma, share, like, save, comment, dan subscribe akan mengikuti seiring tingginya kualitas produk dan pelayanan pada suatu bisnis online. Ia juga mengatakan, konten dan aktivitas jual beli harus bersinergi karena akan menjadi acuan pembeli baru. Untuk itu, kita perlu rutin mem-posting konten di media sosial dengan terjadwal.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (15/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Rahmat Ika Pakih (Praktisi Wirausaha), Indah Pratiwi Arumsari (Tenaga Ahli DPR RI), Ayrton Arya Prabawa (Founder & Business Director), dan Mukhammad Kholil Subarkah sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.