Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Lamongan, (15/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Iman Dwihartanto,CPS®., Cht, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Nur Aini Rakhmawati, PhD, Syahrul Ramadhan, Dr. (c) Havid Han, M.M, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM dan key opinion leader (KOL) Nathania Ingrid Hendradi.

Dengan jumlah 1.196 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Syahrul Ramadhan adalah  Bagaimana cara kita sebagai anak memberitahu orang tua bahwa yang dilakukan tidak baik tanpa membuat merasa digurui oleh anaknya?

Syahrul Ramadhan mengatakan, “Hal ini memang terjadi dan bisa kita temukan di WA Grup keluarga dan sesama warga (tetangga). Cara paling ideal adalah dengan dialog. Pendekatannya adalah mengajak. Kita bisa lakukan dengan mencari tahu kebenaran informasi (hoax) yang disebarkan. Bisa juga kita simak isi suatu informasi dari aspek penting atau tidak penting. Bermanfaat atau tidak bermanfaat. Terhadap orang tua, kita juga bisa paparkan data, bekal data pembanding yang bisa kita pakai sebagai bahan dialog. Bisa juga ikuti laman Kemenkominfo. Kalaupun sudah ada upaya maksimal, bisa dengan berbakti pada orang tua. Penyampain dengan sopan dan fakta. Soal diterima atau tidak itu nanti.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.