Marketplus.id – Di era ekonomi global seperti sekarang ini, kegiatan dalam menambah kekayaan sudah semakin kompleks. Mungkin dahulu dapat memperkaya diri dengan cara menabung secara konvensional, namun ternyata di era sekarang ini menabung bukanlah pilihan yang tepat.

Dengan menabung, uang yang disimpan tidak akan berkembang dan berpotensi memiliki nilai yang rendah saat terjadi inflasi. Berbeda jika melakukan investasi, uang bekerja untuk kita.

“Oleh karena itu salah satu cara memperkaya finansial yang efektif dan menjadi tren saat ini adalah dengan melakukan kegiatan investasi saham,” terang Bowo Suhardjo, Konsultan Bisnis & Komisaris Independen, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (15/9/2021).

Menurutnya, masih banyak orang yang takut untuk mencoba cara ini. Padahal dengan investasi saham, bisa mendapatkan pendapatan pasif yang tentunya menunjang keuanganmu.

Untuk itu kalian yang ingin tahu cara mudah investasi saham, berikut beberapa langkah yang bisa kamu tiru, seperti:

Membeli saham resmi keluaran Bursa Efek Indonesia (BEI)

Sebelum membeli saham, pastikan saham yang akan dibeli terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia). BEI adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem serta sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek tersebut. Selain itu, BEI melalui situs web resminya menampilkan detail profil anggota bursa, partisipan, dan dealer utama sebagai bahan pertimbangan dalam berinvestasi.

Memilih sekuritas dengan biaya transaksi yang kecil

Berinvestasi saham dapat dengan mudah dilakukan siapa saja. Langkah pertama yang perlu dilakukan membuka rekening efek yang difasilitasi perusahaan sekuritas. Setelah membuka rekening efek, memulai investasi saham dengan cara melakukan top-up dana ke rekening efek. Setiap kali bertransaksi membeli saham, perusahaan sekuritas akan memungut biaya transaksi. Biaya transaksi yang dipungut bisa berbeda. Biasanya biaya transaksi yang dipungut adalah 0,19% untuk pembelian dan 0,29% untuk penjualan. Tapi ada juga perusahaan sekuritas yang hanya memungut biaya 0,15% untuk pembelian dan 0,20% untuk penjualan. Agar keuntungan yang didapat semakin besar, perhatikan jumlah biaya transaksi perusahaan sekuritas yang dipilih.

Beli saham bagus saat harga sedang turun

Saat ini, banyak investor pemula yang memiliki pemahaman untuk menghindari harga saham yang sedang turun. Namun, pemahaman itu tidak sepenuhnya benar. Soalnya, ada beberapa kasus yang ketika membeli saham ketika harga turun, malah harganya kembali naik atau bahkan lebih tinggi. Dengan menggunakan metode ini, tentunya bisa mendapat keuntungan yang maksimal di kemudian hari.

Pilih saham perbankan atau consumer goods.

Cara berinvestasi saham berikutnya adalah dengan memilih saham yang berasal dari perusahaan yang bergerak di bidang perbankan atau consumer goods. Karena kedua perusahaan ini dapat dikatakan sebagai perusahaan dengan bisnis yang sederhana dan dianggap bisa mencetak laba signifikan tiap tahunnya. Jadi, harga saham biasanya akan sering naik dan cenderung stabil.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (15/9/2021) juga menghadirkan pembicara Ismita Saputri (Co-Founder Kaizen Room), dr. M. Zainul Ichwan, Tetty Kadi (Artis), dan dr. Chrissa Maichel Kainama sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.