Marketplus.id – Pesatnya kemajuan teknologi yang mengakibatkan terbukanya semua akses informasi, termasuk yang menyangkut terorisme, radikalisme dan separatisme. Untuk menangkal hal tersebut ada dua langkah mulai dari pemblokiran konten hingga literasi digital kepada masyarakat.

“Kementerian Kominfo senantiasa melakukan tindakan pencegahan aksi terorisme di ruang digital. Tercatat sejak Juli 2017 hingga Juli 2020 ada 16.739 konten (di media sosial maupun situs) terkait terorisme yang kami blokir,” papar Moh. Jufri, Founder Gubuk Inggris, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Kamis (16/9/2021).

Ia menjelaskan, sebaran konten terkait terorisme tersebut yang tersebar pada berbagai platform digital. “Di Facebook ada 11.600 konten, Twitter ada 2.282 konten, situs web ada 496 konten, YouTube ada 678 konten, dan file sharing sekitar 1.000 konten,” sebutnya.

Kominfo juga telah meminta komitmen platform digital untuk senantiasa turut menindaklanjuti aduan terkait konten terorisme ini. Terorisme merupakan musuh global, seluruh platform digital berkomitmen mencegah konten terorisme di ruang digital.

Ia menambahkan, selain pemblokiran konten, Kominfo juga memiliki program literasi digital dan diseminasi informasi untuk melakukan kampanye terhadap bahaya terorisme di ruang digital. “Dalam setiap program literasi digital yang kami lakukan, ada sosialisasi konten-konten terkait bahaya terorisme,” jelasnya.

Menurut Jufri, ruang digital, saat ini telah menjadi media penyebaran paham terorisme karena memiliki jangkauan yang sangat luas. Dengan semakin meningkatnya penetrasi internet, peran aktif masyarakat untuk dapat memantau dan melaporkan apabila menemukan konten-konten terkait terorisme ke alamat email: aduankonten@kominfo.go.id atau aduankonten@bnpt.go,id.

“Masyarakat harus berperan aktif, karena kami hanya bisa melakukan crawling konten negatif pada ruang publik, tidak bisa masuk ke ranah privat,” pinta Jufri.

Lanjutnya, mengajak generasi muda untuk memenuhi ruang digital dengan konten-konten positif. “Mari kita tunjukan rasa cinta kepada tanah air dengan senantiasa memenuhi ruang digital dengan konten positif,” pungkas Jufri.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Kamis (16/9/2021) juga menghadirkan pembicara Mohammad Rifqi (CEO of Straight Away), Darwin Tenironama (Managing Director IMS Hospitality Management Consulting), Muis Pranoto (Founder Fajar Laguh), dan Winendi K. Ningrum (Founder dan Tim Kreatif Explore Madura) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.