Manado, 16 September 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” kembali diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo yang dilaksanakan secara virtual di Manado, Sulawesi Utara (16/9). Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Cerdas dan Aman Manfaatkan Lokapasar”.

Program kali ini menghadirkan 915 peserta dan empat narasumber, yang terdiri dari Vice President Satu Tampa dan Dosen Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU), Lady Grace Jane Giroth; Digital Marketing Manager MM Galeri Indonesia, Alex Moddy Sumayku; jurnalis, Guesman Laeta; serta Community Partnership Manager Multinational Tech Company, Stephanie Sekar. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Artha Senna. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, Lady Grace Jane Giroth sebagai narasumber pertama membuka sesi materi dengan tema “Mengenal Marketplace: Aksesibilitas, Jenis dan Fitur”. Lady mengatakan, pahami kebijakan platform lokapasar agar mudah menemukan solusi jika mendapat masalah saat transaksi. “Kemudahan dalam bertransaksi di lokapasar sebaiknya tidak membuat konsumen terlena,” katanya.

Paparan dilanjutkan oleh Guesman Laeta yang menyampaikan materi berjudul “Peran dan Fungsi E-market dalam Mendukung Produk Lokal”. Gusman mengatakan, era pandemi menghantam sejumlah usaha-usaha secara luring. “Oleh sebab itu, untuk bertahan sukses, harus kreatif dan inovatif, termasuk memanfaatkan dunia digital,” pesan dia.

Sebagai pemateri ketiga, Stephanie Sekar membawakan tema tentang “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Dia menekankan agar bijak dalam menggunakan fitur bayar nanti alias paylater saat berbelanja daring. Menurut Stephanie, sebaiknya paylater tidak digunakan jika tidak terlalu butuh atau tidak ada promosi yang ditawarkan, karena ada beban bunga harian yang nantinya harus dibayarkan.

Moddy Sumayku, sebagai pemateri terakhir, mengupas tema mengenai “Cara Aman Berinvestasi Online”. Dia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai investasi bodong. “Investasi yang menawarkan keuntungan terlalu tinggi dalam waktu singkat harus dicurigai. Keuntungan yang diperoleh juga tidak bisa instan dan membutuhkan waktu,” tegasnya.

Setelah sesi pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Artha Senna sebagai moderator. Dalam kesempatan tersebut, 10 penanya terpilih akan mendapatkan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 dari panitia.

Salah satu peserta, Chairunisa, bertanya tentang tips untuk memaksimalkan digital bagi para pedagang dan menanggapi pesaing di dunia daring, termasuk menghadapi pesaing produk tiruan. Stephanie Sekar mengatakan, sebagai pedagang daring harus bisa menganalisa pasar terkait target produk dan kompetitor. “Lakukan inovasi produk dan mengikuti tren yang ada agar mencuri perhatian konsumen. Masyarakat lebih tertarik produk unik, viral, dan tidak terlalu mahal,” terangnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.