Marketplus.id – Jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun terus meningkat, banyak orang yang belum tahu betul bahaya pencurian data. Terlebih lagi jika Anda yang membuka akun di beberapa tempat dengan informasi kartu debit atau kredit di dalamnya. Anda dituntut untuk lebih waspada lagi!

Pencurian data pengguna ini bisa memberikan banyak dampak negatif bagi pengguna. Jenis kerugiannya pun tergantung dari data apa yang dicuri.

Ada beberapa jenis data yang sering menjadi sasaran empuk pencurian, yaitu nama, no KTP, nomor ponsel, alamat email, dan lainnya. Jika jatuh ke orang yang salah, informasi credential ini dapat digunakan untuk mengambil One Time Password atau membobol sandi kita, papar Ahmad Suhaimi, Founder Tasawwuf Institute, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (16/9/2021).

Ia menjelaskan, setelah bocor, bisa kehilangan kendali pada akun-akun Anda, seperti akun e-commerce, medsos, dompet digital, email, dan lainnya. Ada satu contoh kasus sederhana yang sering terjadi di medsos. Jika Anda tanpa sengaja mengklik tautan yang tidak jelas pengirimnya, tiba-tiba akun medsos Anda dapat mengirim pesan spam ke orang lain tanpa sepengetahuan Anda, katanya.

Lanjutnya, pada kasus yang lebih parah, data diri ini dapat digunakan untuk melakukan penipuan. Andaikata akses ke email atau nomor ponsel berhasil dicuri, penjahat siber dapat menghubungi teman-teman atau keluarga Anda.

Nantinya, mereka dapat berpura-pura sebagai Anda dapat meminta uang karena mengalami kecelakaan atau sedang bermasalah dengan polisi, ungkapnya.

Lebih berbahaya lagi, jika mereka memiliki akses ke akun e-commerce atau dompet digital seseorang karena saldo dapat dicuri! Nah, mengingat betapa berbahayanya pencurian data ini, tidak ada salahnya untuk lebih waspada. Dengan lebih waspada, Anda akan terhindar dari ancaman penipuan dan pencurian.

Yang terpenting, saat kita menerima pesan SMS memenangkan undian ataupun penawaran pinjaman online, jangan langsung mengklik tautan tersebut. Takutnya, pesan tersebut adalah suatu modus penipuan ataupun pencurian data diri, tuturnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (16/9/2021) juga menghadirkan pembicara M. Naufal Ardiyansyah (Jurnalis TIMES Indonesia), Akhmad Farroh Hasan (Praktisi Hukum & Dosen UIN Malang), Rizqi Mulyantara (Chief Executive Officer DigiTiket), dan Adinda Adia Putri (Medical Doctor) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.