Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Malang, (17/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Safira Dwi Siwi, S.Ds., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Devan Firmansyah, Chusnur Ismiati, S.H, M.M, M. Alvin Nur Choironi, Bagaskoro, S.Kom., MM. dan Danin Sibilo.

Dengan jumlah 1700 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Devan Firmansyah adalah   terkait ekonomi digital ini—dukungan seperti apa yang dibutuhkan? Selaku regulator, apa yang mesti disiapkan pemerintah dalam upaya mendukung ekosistem ekonomi digital ini agar berkembang? Bagaimana cara agar kita tetap mampu meningkatkan dan mengotimalkan skills tersebut diiringi dengan kemampuan dalam mentransferkan hal tersebut kepada orang lain guna meminimalisir penyebaran berita tidak baik?

Devan Firmansyah menerangkan, “Yang paling penting adalah kesinambungan antara kurikulum yang ada di sekolah dengan industry pekerjaan yang ada sekarang. Kemudian pemerintah harus menyiapkan project-project inkubasi bagaiman mereka bisa mengelola nya dengan baik. Untuk mengatasi hoax kita turut serta untuk menghasilkan produk literasi”7.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.