Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Gresik, (20/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Salma Nafi’ aturrofi’ah, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Hamdi Ahmadi Mushzabi, S. Pd, Sawitri Wulansari S.Psi, MM, Ulil Albab, Andy Ardian, SP dan Uly Darojah, S.Psi.

Dengan jumlah 612 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Sawitri Wulansari S.Psi, MM adalah  “Sebagai mahasiswa yang suka menulis keluhan saya di media sosial mengenai kuliah dan dosen yang suka mempersulit mahasiswanya. Apakah cuitan atau jejak digital seperti itu akan berpengaruh bagi saya dalam mendapatkan pekerjaan ? Dan apakah jejak digital kita yang buruk berbahaya untuk kita kedepannya walaupun jejak digital kita sudah kita hapus ?”

Sawitri Wulansari menjelaskan, “Harus tahu batasan-batasannya, harus direm ngeluhnya. Ngefek ga dengan kerjaan? Curhat boleh, tapi jangan sampai menyebutkan nama. Sadar diri, apa kita juga sudah sesuai dengan apa yang dosen harapkan? Cara penyampaian juga perlu diperhatikan, sebaiknya yang santun, tidak menyakiti atau menyinggung satu sama lain. Curhat, kalau bisa pakai kata baik kenapa pakai kata buruk? Kalau udah terlanjur ya minta maaf. Kita punya 3 kata kunci; tolong, maaf, terimakasih”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.