Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Gresik, (21/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Muhammad Ilham Perkasa, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Anjani Amitya Kirana, BES, Abdullah Sidiq Notonegoro, S.Ag, Dr. Desi Rahmawati, M.Pd, Akhmad Firmannamal, Ph.D dan Erbe Sentanu (KOL).

Dengan jumlah 555 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Abdullah Sidiq Notonegoro, S.Ag adalah Mengenai perlindungan diri pribadi, bagaimana cara sebagai generasi millenial dan generasi z menjaga privasi/data pribadi di sosial media? bukankah semua yang terjadi di sosial media meninggalkan jejak digital? oleh karena itu bagaimana agar pengguna media sosial menjaga privasi kita yang kita lakukan di media sosial.

Abdullah Sidiq Notonegoro mengatakan, “Kita harus menganggap data pribadi seperti celana dalam kita. Jangan umbar ke orang lain. Kita sebagai pemilik dokumen seperti fotocopy KTP bisa, jangan sampai dinikmati orang lain. Kita jaga privasi diri dan orang lain”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.