Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Banyuwangi, (21/9).

Acara dipimpin oleh Moderator Iman Dwihartanto,CPS®., Cht., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Faizal Johan Atletiko, S.Kom., M.T., Dra. NURIYATUS SHOLEHA, M.Pd., Mira N Sahid, S.Pd., Pradipta Nugrahanto., dan Rizky Ardi Nugroho.

Dengan jumlah 1137 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Pradipta Nugrahanto adalah bagaimana jika kita sudah terlanjur masuk ke aplikasi, Apakah dengan kita meng-uninstal aplikasi tersebut data privasi kita aman? Langkah preventif apa yang bisa kita lakukan dalam memilih aplikasi di gadget kita agar tidak terjadi kebocoran data?

Pradipta Nugrahanto mengatakan, ”Masalah bahasa asing adalah biang masalah di dunia digital. Kalau sekarang sudah banyak aplikasi yang pakai bahasa Indonesia. Kita sebaiknya lewat waspada. Langkah uninstall aplikasi, belum tentu data kita sudah aman atau hilang. Langkah preventif, kita bisa pahamai EULA, Privacy Policy, Update aplikasi, pakai aplikasi berbayar. Tanamkan”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.