Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Probolinggo, (21/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Nabil Arijala Survito A, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ir. BUDI KRISYANTO, Msi, Chusnur Ismiati, S.H, M.M, Vivid Sambas ST, MMT, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM.  Dan Praseno Nugroho (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Pentingnya Privasi Data dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 872 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Vivid Sambas ST, MMT adalah, bagaimana bila anak anak kita yang di stalking medsos, anak kita di terror tetapi dengan akun sosmed palsu, anak kita tidak tahu harus berbuat apa hanya memprivate akun nya saja. Lalu tindakan apa yang harus kita ambil?

Vivid Sambas mengatakan, “Seharusnya anak usia tertentu yang bisa mengakses media sosial. Sehingga orang tua semestinya punya akses penuh terhadap medsos anak. Diskusikan sebuah konten dengan anak. Untuk menghindari bully, tidak posting terlalu sering atau banyak, posting terlalu sering bisa menganggu orang lain,pintar pintar memilih teman di media sosial, hindari posting konten aneh”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.