15 Juni 2024

Marketplus.id – Secara singkat budaya bisa diartikan sebagai sesuatu yang jadi kebiasaan dan sukar diubah. Jika kita punya kebiasaan misalkan tidak tepat waktu dan itu dilakuka secara terus menerus maka bisa jadi itu jadi budaya diri kita.

Sementara secara umum era digital adalah suatu masa yang sudah mengalami perkembangan dalam segala aspek kehidupan menjadi serba digital. Kehidupan kita saat ini secara terpaksa dan terbiasa menjadi segala serba digital.

“Penggunaan segala sesuatu yang digital terutama media sosial semakin meningkat. Mungkin selama pandemi juga banyak yang butuh hiburan ya, nah sekarang gimana caranya hiburan itu diisi dengan sesuatu berbau Indonesia,” ujar Allyvia Camelia, S.I.Kom, M.I.Kom, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (22/8/2021).

Allyvia menjelaskan ada beberapa tahapan jika kita mau mengangkat sebuah budaya melalui digital. Tahapan ini merupakan hal yang mungkin sudah dimengerti. Sayangnya yang susah adalah menngubah minat untuk mengkonsumsi sebuah hiburan yang bersifat budaya. Saat ini orang lebih suka goyangan Tiktok, sementara tarian tradisional susah mendapat tempat istimewa di hati generasi milenial.

Bagaimana tahapan mengenalkan budaya di ruang digital?

  • Share yaitu membagikan pengalaman tradisi menarik di sekitar tempat tinggal
  • Promotion yaitu menawarkan produk khas yang dimiliki daerah
  • Study yaitu mempelajari dan mengikuti budaya lokal lebih dalam
  • Branding yaitu menjadikan budaya asal sebagai identitas
  • Collaboration yaitu mengkolaborasikan budaya dengan teknologi dan media
  • Fasilitator yaitu membantu memberikan jalan dan tempat bagi para pegiat senin di media digital

Platform media sosial yang bisa digunakan untuk branding sangatlah banyak. Mulai dari Instagram, Blog, YouTube, Facebook, Tiktok, Twitter, dan lainnya. Namun hal ini juga tidak bisa berjalan mulus tanpa dukungan masyarakat hingga pemerintah.

Sementara itu banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan melestarikan budaya bangsa. Di antaranya nilai ekonomi (AdSense), pariwisata (turis), budaya (memperkenalkan), pertahanan (mencegah pengklaiman budaya oleh pihak lain) dan juga sebagai alat pemersatu atau integrasi bangsa.

“Kemajuan teknologi bukanlah cara kita untuk tidak melestarikan kebudayaan, budaya adalah identitas, maka kewajiban kitalah untuk menjaganya,” tutup Allyvia.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (22/9/2021) juga menghadirkan pembicara Nining Winarsih, M.Pd (Guru MAN 2 Kota Probolinggo, Dosen UNTSA), Annisa Fitria (Ketua Gerakan Bangkalan Bisa), Sakimah Himav Razeika, S.Si (Financial Staff PT Tiga Jaya, Owner Sadawina Daily), dan Delfia Noor Safitri (Finalis Puteri Pendidikan Jawa Timur 2021) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *