Marketplus.id – Teknologi yang semakin maju membuat beberapa orangtua memilih untuk memberikan gadget pada anak dari usia dini, tak lain untuk menghibur atau untuk mengisi waktu luang anak. Walaupun tidak sepenuhnya salah, namun gadget juga bisa membawa dampak negatif.

“Salah satunya adalah konten pornografi, yang kini cenderung lebih mudah diakses oleh anak-anak. Tidak hanya bagi orang dewasa saja, pornografi bisa menimbulkan kecanduan pada anak-anak yang menyaksikannya secara terus menerus,” papar Moch Sofi Asrifin, Internet Marketer dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (23/9/2021).

Ia menambahkam, dalam jangka panjang, kecanduang pornografi bisa memicu berbagai dampak buruk, seperti mengganggu konsentrasi anak, hingga anak rentan menjadi pelaku kejahatan seksual.

Berikut ini beberapa ciri pecandu pornografi antara lain:

  1. Bila ditegur dan dibatasi menggunakan HP akan marah.
  2. Mulai impulsif, berbohong dan emosinya sering naik.
  3. Sulit berkonsentrasi.
  4. Jika bicara menghindari kontak mata.
  5. Menyalahkan orang lain.
  6. Menutup diri.
  7. Prestasi akademis menurun.
  8. Hilang empati, apapun yang diminta harus diperoleh.

“Tantangan di ruang digital semakin besar, konten-konten negatif terus bermunculan dan kejahatan di ruang digital terus meningkat. Menjadi kewajiban kita bersama untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat melalui literasi digital,” ujar Presiden Joko Widodo saat membuka program literasi digital nasional.

Presiden pun mencontohkan konten-konten negatif yang marak muncul di ruang digital, seperti hoaks, penipuan daring, perjudian daring, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, hingga radikalisme berbasis digital.

Hal-hal itu perlu diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. “Dengan literasi digital kita minimalkan konten negatif dan membanjiri ruang digital dengan konten positif,” ujarnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (23/9/2021) juga menghadirkan pembicara Mohammad Arie Iswadi (Copywriter Prima Inovasi teknologi Bondowoso), Aryo Hendarto (Founder Sajiwa & Caritempat.id), Jean Christy Sihotang (Teacher at Ora et Labora Senior High School), dan Firas Yodha Saskara sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.