Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Sidoarjo, (23/9).

Acara dipimpin oleh Moderator Safira Dwi Siwi, S.Ds., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Inayah Sri Wardhani, S.Psi., Haedar Wahyu, Ulil Albab, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM. dan Fauzan Al-Rasyid (KOL).

Dengan jumlah 170 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Inayah Sri Wardhani, S.Psi. adalah  Bagaimana   dengan diadakannnya kemudahan fasilitas pelayanan publik seperti pinjaman online dimana dalam web/aplikasi tersebut kita harus mencantumkan data-data pribadi seperti no KK dan no KTP. Apakah hal tersebut worth it untuk terus dikembangkan mengingat urgensi kebocoran data pribadi kita dapat diakses. Bagaimana kita bisa melindungin data kita terhadap aplikasi tersebut?

Inayah Sri Wardhani mengatakan, “Kita harus waspada Ketika kita ditawari pinjaman online cek dulu apakah terdaftar di OJK, karena masih banyak pinjaman online yang illegal, kalo menemui sudah terlanjur illegal segera kita harus lapor ke satgas investasi jangan dibiarkan agar tidak ada korban-korban yang lain”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.