Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali inidiselenggarakan di kabupaten Pasuruan, (24/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Diyah Wahyuningtyas,dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Andre Parvian Aristio, Harisuddin, M.Pd, Dr. (c) Havid Han, M.M, Indriyatno Banyumurti dan Victoria Wong.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “SAY NO TO OVERSHARING “ dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah total 92 angka peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Indriyatno Banyumurti adalah sekarang ini banyak sekali orang-orang yang mengupload sertifikat vaksinnya ke media sosial dalam dalih untuk menggerakan netizen yang belum mengikuti vaksin agar segera ikut vaksin, Apakah hal tersebut dibenarkan mengenai informasi data kita yang ada di sertifikat vaksin diunggah ke media sosial ?

Indriyatno Banyumurti menerangkan, “Sebenarnya Kominfo sudah pernah mengingatkan mengenai hal ini. Contoh lain yang menarik adalah ketika tersebarnya sertifikat vaksin Pak Jokowi karena nomor NIK Pak Jokowi ada di laman KPU. Tidak masalah mau posting sertifikat vaksin tetapi ada hal yang harus ditutupi seperti NIK, jenis vaksin, tanggal vaksin, dsb. Contoh lain posting foto anak kita dan temannya, harus izin dulu ke teman anak kita boleh posting tidak”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), EtisBermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu factor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.