Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Bojonegoro, (2/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Patricia Oxanna, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Dr. Teguh Herlambang, M.Si, Malikul Anas, M.A, Khelmy K. Pribadi, M. Si, Rita Nurlita, S.Sos., M.I.Kom dan Bagoes Kresnawan (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Produktif Di Masa Pandemi Dengan Literasi Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 659 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber M.Si, Malikul Anas, M.A adalah Di era digital seperti ini, untuk menjadi pribadi yang produktif apakah kita harus mempunyai skill yang mumpuni dibanyak bidang atau hanya fokus satu bidang saja?.  Malikul Anas mengatakan, “Kita memahami bahwa skill tidak akan tumbuh dengan sendirinya sehingga membutuhkan hal-hal untuk mengasah skill kita. Oleh karena itu, berfokuslah terlebih dahulu dengan satu skill tertentu yang nantinya akan tumbuh menjadi skill-skill yang lainnya. Maka dari itu, skill dapat tumbuh di berbagai bidang. Namun, itu bukanlah suatu keharusan”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.