Markeptlus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Pasuruan, (2/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Salma Nafi’ aturrofi’ah, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Rezha Sahhilny Amran, Daviqa Sukmawati, S.Psi, M. Alvin Nur Choironi, Fajar Anas, S.Kom, M.Kom dan Farras Ardiana (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Produktif Di Masa Pandemi Dengan Literasi Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 496 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Daviqa Sukmawati, S.Psi, M.  adalah adanya pendidikan seks, terkadang menjadi pemicu anak untuk mencoba ke hal-hal “itu”. Pendidikan seks seperti apa yang bisa mencegah terjadinya kepada hal “itu”?

Daviqa Sukmawati menerangkan, “Soal memicu anak untuk melakukan hal itu, bisa dihindari jika kita memberikan pendidikan seks sesuai dengan perkembangan usia anak. Berikan seperlunya. Ada pendidikan seks untuk anak-anak, pra-remaja, remaja, pra-nikah. Semua ada caranya sendiri, jangan disamakan cara menyampaikannya. Pendidikan seks tidak tabu, jangan sampai kalau ada anak tanya kita malah potong dan memarahi. Jaman sudah berkembang, anak bisa mencari info dari internet kalau missal mereka menganggap jawaban kita kurang memuaskan, hal ini tentu bahaya apalagi kita tidak tahu sumber apa yang mereka cari sendiri, bisa jadi malah menjerumuskan Tampung pertanyaan dan jawab sesuai usia”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.