Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiata Literasi Digital di JawaTimur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Jember, (5/10).

Acara dipimpin oleh Moderator Safira Dwi Siwi, S.Ds. dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Arief Budiono S.T,m.M, Dr. Zainal Arifin, M.Pd, Ulil Albab, Bagaskoro, S.Kom., Mm, Rizky Ardi Nugroho (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Pentingnya Literasi Digital dan masing-masing narasumber berbicara  dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 356 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ulil albab adalah apakah akan jera jika dijerat menggunakan UU ITE terhadap pelaku  prank dan live tanpa busana.?

Ulil Albab mengatakan, “Tentu akan jera. Karena orang yang memberikan prank tidak tahu ketika ditanya polisi mengenai UU ITE. Maka kita sebagai agen perubahan harus mengetahui literasi digital; yaitu pembahasan dan edukasi mengenai kecakapan bermedia sosial, menggunakan dan memahami ruang digital yang baik, memanfaatkan gadget untuk berjualan/ hal produktif lainnya dan tidak untuk hiburan/selfie. Kita ini termasuk digital imigran, perubahan yang manual ke teknologi. Mari kita gunakan media digital untuk ajang yang positif, mengenalkan dan meninggalkan rekam jejak yang baik”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota Jemner di  JawaTimur I. Kegiatan ini membahas empat  pilar utama Literasi Digital; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), EtisBermedia Digital (Digital Ethics), danCakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu factor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.