Marketplus.id Situasi pandemi berkepanjangan saat ini cenderung memicu gaya hidup tidak banyak bergerak, yang berakibat buruk pada kesehatan, termasuk kesehatan mata. Padahal situasi semacam ini mengharuskan kita untuk menjaga dan memperhatikan kesehatan lebih dari sebelumnya.

Memang kondisi pandemi membuat seseorang lebih banyak duduk atau berbaring sambil menonton televisi, membaca dan menatap layar gawai dalam jangka waktu yang cukup lama, hal ini akan berisiko terjadinya mata kering.

Combiphar perusahaan nasional terdepan di bidang consumer healthcare, mengajak masyarakat kombinasikan gaya hidup sehat dan aktif serta konsumsi layar seimbang untuk mengurangi risiko mata kering.

Hadir sebagai narasumber dalam acara Combiphar Health Desk, Weitarsa Hendarto – Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar; dr. Damara Andalia, Sp.M – Ophthalmologist; dan dr. Carlinda Nekawaty – Medical Expert Combiphar.

“Masa pandemi memang menantang kita untuk terus melakukan aktivitas fisik,  perlu mendisiplinkan diri agar banyak bergerak untuk menjaga kebugaran. Beraktivitas fisik akan memberikan keuntungan kesehatan dan menurunkan risiko penyakit, termasuk membantu kenyamanan mata. Oleh karena itu, kombinasi gaya hidup aktif dan sehat, serta konsumsi layar seimbang penting untuk segera dilakukan secara konsisten untuk menghindari mata kering,” ujar Weitarsa Hendarto, Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar.

Penurunan produksi dan kualitas air mata adalah penyebab mata kering, yang jika tidak diatasi dapat menimbulkan komplikasi luka terbuka pada lapisan luar pelindung mata yakni kornea. Sehingga membuat penderita tidak nyaman, dan dapat mengalami depresi, gangguan tidur atau sakit kepala migrain. Jika mata menjadi kering, maka akan sangat mudah untuk mata terinfeksi hal-hal yang datang dari luar seperti polusi maupun bakteri.

“Walau mata kering adalah penyakit yang sering ditemui, namun sifatnya kompleks, maka penting untuk mencari tahu secara detail penyebab dan faktor risiko dari mata kering agar dapat ditangani dengan baik sehingga tidak sampai mengganggu kualitas hidup. Penting pula bagi kita untuk menjaga kesehatan mata saat masa pandemi seperti ini, dengan menerapkan pola hidup sehat dan membatasi penggunaan screen dan AC yang berlebihan sebagai kunci preventif, serta penggunaan tetes mata yang tepat sesuai kebutuhan dan keadaan mata,” papar dr. Damara Andalia Sp.M, Ophthalmologist.

Ia juga menambahkan, saat mata menjadi kering, terdapat perasaan nyeri seperti tertekan dan sensasi berpasir di bagian mata yang dapat menyebabkan robekan berlebihan pada kornea. Ketika hal tersebut terjadi, peningkatan frekuensi berkedip serta refleks air mata yang lebih tinggi akan mempengaruhi sel imun dan aliran darah sehingga rentan terjadi peradangan pada mata.

Oleh karena itu, kita perlu mewaspadai adanya dampak dari pola hidup tidak sehat yang dapat memicu sindrom metabolik sekaligus beresiko mengakibatkan mata kering. Sindrom metabolik merupakan sekelompok gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan. Gangguan itu meliputi peningkatan tekanan darah tinggi, penumpukan lemak di perut, serta kenaikan kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida. Lebih lanjutnya, sindrom metabolik dapat memicu terjadinya peningkatan osmolaritas air mata, sehingga membuat lapisan air mata tidak stabil akibat produksi yang rendah atau penguapan berlebih. Jangan biarkan kondisi mata kering berkembang menjadi penyakit kronis yang parah, hal ini berakibat resisten terhadap pengobatan,” kata dr. Carlinda Nekawaty, Medical Expert Combiphar menjelaskan.

Dalam mewujudkan komitmen Championing a Healthy Tomorrow untuk membantu menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, Combiphar membagikan 3 tips yang dapat diterapkan untuk mengurangi resiko mata kering:

  1. Batasi konsumsi penggunaan layar

Menghabiskan waktu terlalu lama menatap layar gadget cenderung membuat mata jarang berkedip, sehingga mata berisiko menjadi kering. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mengistirahatkan mata dan berkedip lebih sering saat beraktifitas di depan layar. Setiap mata berkedip maka lapisan air mata yang baru akan terbentuk dan tersebar merata ke seluruh permukaan mata. Penting untuk membatasi konsumsi penggunaan layar dengan bijak dan seimbang sebagai kunci preventif, serta penggunaan tetes mata yang tepat sesuai kebutuhan dan keadaan mata.

  1. Konsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3.

Apa yang kita makan dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan mata. Makanan yang dianjurkan untuk kesehatan mata, utamanya untuk meningkatkan kelembapan, adalah yang mengandung asam lemak omega-3. Bahan makanan yang banyak mengandung omega-3 diantaranya adalah sayuran berdaun hijau, minyak zaitun, ikan, kacang-kacangan, telur dan alpukat. Selain itu, pastikan kebutuhan cairan harian tubuh tercukup dengan minum air putih minimal 8 gelas sehari.

  1. Meningkatkan aktivitas fisik.

Aktivitas fisik rutin seperti berolahraga mampu mengurangi lemak tubuh serta meningkatkan metabolisme. Bukan hanya itu saja, terdapat manfaat lain dari berolahraga yaitu untuk membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan mata sehingga mata merasa lebih baik. Meningkatkan aktifitas fisik akan sangat membantu kenyamanan mata.