Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Ponorogo, (6/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Vio Annisa, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc., Ranny Afandi, SP, Nurhana Marantika, M.A, Pradipta Nugrahanto dan key opinion leader Jeanny Julia.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Tinggalkan Jejak Digital yang Baik dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 199 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc. adalah Agar aman di dunia digital, apakah kita boleh menggunakan identitas palsu agar identitas asli kita aman? Jika tidak boleh, lalu bagaimana menyiasatinya? Lalu Ketika kita sudah auto simpan password di web apakah itu aman? Sedangkan itu sudah meninggalkan jejak. Kalau tidak aman tetapi sudah terlanjur autosave bagaimana cara menanggulanginya?

Andre Parvian Aristio menerangkan, “Tergantung apa tujuan anda, kalau di forum yang banyak unknownnya dan untuk tujuan baik tidak apa-apa. Selama kita lakukan hal positif kenapa harus takut. Usahakan untuk terlihat dan jangan jadikan kebiasaan auto simpan password anda lakukan karena ini bisa bahayakan diri anda. Aman atau tidak di dunia digital itu relative karena memang selalu ada celah”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.