Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Jember, (6/10).

Acara dipimpin oleh Ivana Rouf, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Eko Wahyu Septantono, Dr. Kun Wazis, S.Sos, M.I.Kom., Oktora Irahadi, Rita Nurlita, S.Sos, M.I.Kom.,  dan Praseno Nugroho (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Tinggalkan Jejak Digital Yang Baik dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 983 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Oktora Irahadi adalah bagaimana cara kita mengubah mindset dari offline ke online? Bagaimana cara agar kita tetap mampu meningkatkan dan mengoptimalkan skills di masa pandemi ini? Peluang bisnis apa yang menjanjikan bagi seorang mahasiswa?

Oktora Irahadi memaparkan, “Cara mengubah mindset bisa dilakukan dengan cara bahwa kita hidup di dunia digital adalah sama dengan ketika kita hidup di dunia nyata, peluang bisnis yang bisa kita coba di era pandemi ini adalah dengan menjadi konten creator misalnya, kita bisa bekerja sama dengan para pelaku UMKM yang juga semakin banyak dewasa ini”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251

kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.