Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Pacitan, (7/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Muhammad Risyad Fahlefi, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Nisfu Asrul Sani, Lutfi Ayu Paramitha, Rovien Aryunia, S.Pd., M.PPO., M.M, Aribowo Sasmito dan Jeanny Julia (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Dunia Digital Yang Sustainable dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 135 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Rovien Aryunia adalah berbicara mengenai jejak digital bagaimana pak untuk memperbaiki jejak digital kita yang dulu jelek supaya pada saat mencari pekerjaan jejak kita sudah baik kembali ? Adakah tips nya pak untuk memperbaiki supaya lebih baik?

Rovien Aryunia mengatakan, “Jejak digital yang sudah terlanjur memang susah untuk hilang atau bahkan tidak bisa hilang. dan dampak dari itu mungkin kita harus menerima sanksi sosial ya harus rela untuk diterima dan kedepannya lebih cermat dalam menggunakan media sosial agar jejak digital kita bagus”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.