Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Gresik, (7/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Safira Dwi Siwi, S.Ds, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc, Aam Waro’ P. S. Sos, Soni “ammho” Mongan, Andy Ardian, SP dan Anelies Praramadhani (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Dunia Digital Yang Sustainable dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1038 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Andy Ardian, SP adalah Dalam era digital seperti sekarang banyak sekali konten-konten negatif yang berseliweran pada Media sosial maupun Platform Digital. Bagaimana melindungi para keluarga supaya tidak terjerumus pada konten negatif seperti Cyberbulyying dan pornografi ? Dan apa upaya pemerintah dalam membatasi Gerak konten negatif tersebut?

Andy Ardian menerangkan, “Kita perlu pahami bahwa internet menawarkan interaksi yang sangat aktif maka dari itu kita mengenal yang Namanya user generative content nah aktivitas-aktivitas ini berpulang ke akun orang tersebut, jadi tergantung jenis konten apa yang diupload, di bagikan, di sukai dalam platform media sosial tersebut”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.