Marketplus.id – Sebagai pengguna internet yang aktif, kita harus menjaga banyak hal di internet mulai dari perangkat kita hingga akun media digital yang kita miliki di ruang digital. Rita Komalasari, pengurus APTIKOM Jawa Barat menjelaskan saat berbicara pada webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (07/10/2021) siang.

Mulai dari komputer kita atau gawai kita risiko yang bisa dihadapi itu adalah virus dan spyware atau yang disebut juga dengan malware. Spyware ini memiliki dampak yang serius untuk perangkat kita dan diri kita sendiri karena adanya pencurian, identitas penipuan penghapusan data. Efek samping untuk perangkat kita menjadi lambat.

Ada juga rating atau remote access trojans sama juga dengan Malware mendapatkan informasi pribadi dengan cara mata-matai. Rating ini sering tanpa kita sadari bekerja karena kita request men-download program. Misalnya sering mengunduh game atau bisa dikirim melalui lampiran dalam email.

“Rating sulit untuk diketahui pernah muncul di daftar program yang kita download. fungsi yang cukup mengagetkan dari rating ini dia bisa mengendalikan webcam dengan tujuan menggunakan video atau gambar kita untuk melakukan pemerasan atau untuk tujuan tidak pantas lainnya. resikonya itu kita bisa dimata-matai oleh webcam kita sendiri bahkan di beberapa kasus saat sedang pertemuan virtual ada lampu menyala tanda kamera hidup tapi terkadang lampu itu tidak menyala tapi kamera itu mengawasi,” jelasnya.

Risiko yang lainnya adalah drive komputer kita itu bisa diformat. Cara menghindarinya adalahpastikan kita selalu memiliki anti-virus atau anti spyware yang efektif dan selalu diperbaharui. Jadi ketika aplikasi kita minta diperbaharui itu kita harus mengikuti.

Misalnya para mahasiswa tergoda download aplikasi situs mana saja yang tidak resmi. Sebaiknya kini dikurangi karena bisa saja mengandung spyware atau Malware. Jangan klik tautan yang ada di email khawatir berupa phishing atau modus untuk mengambil data diri kita.  Hati-hati jika kita mendownload di aplikasi torrent selain melanggar hukum itu juga menjadi gerbang serangan siber.

“Sebenarnya yang paling mudah dan yang paling jarang disadari tutup webcam kita saat tidak kita gunakan. Menghindari hal buruk jika memang ada spyware yang tanpa kita sadari masuk ke komputer kita langsung menyerang webcam, kita tetap aman dari mata-mata,” ucapnya memberi saran.

Pintu masuk dari virus ke perangkat kita adalah berasal dari spam dan scam email. Itu karena membuka link sembarangan dari sumber yang tidak diketahui. Kalau spam email itu biasanya email sampah atau iklan menawarkan manfaat finansial secara emosional dan lainnya. Email sampah itu bisa berasal dari mana saja bersumber dari aplikasi yang kita miliki yang menautkan email kita.

Jadi berhati-hatilah ketika ada email sampah seperti ini bisa diabaikan saja atau dihapus. Karena kalau kita klik nanti kita masuk dalam sebuah website yang sebenarnya itu palsu lalu mereka meminta update password dengan berbagai alasan. Misalnya kalau tidak update nanti email kita akan ditangguhkan. Itulah awal mula dari email kita bisa di-hack karena kita memberikan password.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (07/10/2021) siang, juga menghadirkan pembicara, Chairi Ibrahim (Digital Marketing Specialist), Herman Pasha (Senior Trainer-Consultant), Evan Samuel (Digital Marketing Specialist), dan Tresia Wulandari sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.