Marketplus.id – Dengan menguasai literasi digital, kita bisa memaksimalkan dan memanfaatkannya perkembangan teknologi. Sekarang ini, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi se-ASEAN. Pasalnya, pengguna internet saat ini mencapai tiga per empat populasi masyarakat Indonesia dengan lama waktu penggunaan hampir 9 jam per hari.

“Jadi, kita harus bisa memanfaatkan penggunaan internet itu secara positif untuk pengembangan individu. Jangan sampai internet itu kita sia-siakan dan tidak dimanfaatkan dengan maksimal,” jelas Vincent Leewellyn, COO The Coffee Academics Indonesia dalam Webinar Literasi Digital di Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (8/10/2021).

Memaksimalkan perkembangan teknologi bisa dilakukan dengan membangun personal branding secara online di media sosial. Tujuannya agar kita dikenal dengan orang lain secara positif.

Ketika membangun personal branding, Vincent menuturkan sebisa mungkin kita menghindari pembahasan terkait SARA, politik, ujaran kebencian, dan hoaks. Perbanyak menyebarkan konten-konten positif agar meninggalkan jejak digital yang positif juga.

“Personal branding ini akan di cek saat kita melamar pekerjaan di zaman digital. Jangan sampai kita punya jejak digital yang negatif. Kalau ditemukan jejak digital negatif, bisa jadi proses rekrutmen kita ditunda atau bahkan tidak jadi. Karena organisasi memilih kandidat yang positif dalam bersosial media dan bertingkah laku juga perilaku,” ujarnya.

Kita bisa membangun personal branding sesuai kesukaan, hobi, dan posisi pekerjaan yang kita impikan. Apabila ingin lebih profesional, kita bisa membangun personal branding di platform Linkedin.

Vincent mengatakan, dari sisi pekerjaan ada beberapa orang yang berhasil membangun personal branding di media sosial hingga akhirnya menjadikan aktivitas pada platform ini sebagai pekerjaan utama. Kebanyakan yang berhasil ini mendapatkan pekerjaan dari endorse, review produk, dan kerja sama lainnya yang memanfaatkan platform digital seperti Instagram, Twitter, Tiktok, hingga Youtube.

Selain itu, Vincent menyampaikan bahwa personal branding juga dapat digunakan untuk bisnis yang kita miliki atau ingin kita bangun. Tujuannya sama-sama menarik orang lain untuk mencoba produk kita. Di samping itu, kita bisa memanfaatkan Google My Bussiness untuk menandakan lokasi dan informasi terkait bisnis kita agar bisa dikembangkan di era digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (8/10/2021) juga menghadirkan pembicara,  Irma Nawangwulan (Dosen International University Liason Indonesia), Intan Maharani (COO PositiVibe), Taufik Hidayat (Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Syekh Yusuf), dan Amanda Gratiana (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.